(0633) 20220 | info@pertanian.taputkab.go.id
STUDY BANDING DINAS PERTANIAN KABUPATEN TAPANULI UTARA KE BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN (BALITSA) LEMBANG JAWA BARAT TANGGAL 04-06 SEPTEMBER 2018
27 Nopember 2018 Admin
Selasa, 27 Nopember 2018



Kegitaan Hari Pertama :

Tanggal 04 September 2018

 a. Peserta Studi Banding melakukan perkenalan dari kabupaten TAPUT dan pemaparan materi tentang Balitsa Oleh KTU Balitsa

Hasil :
Diperolehnya informasi tentang BALITSA adalah suatu Balai Penelitian sayuran yang bernaung dibawah Kementerian Pertanian yang memiliki


Tugas Pokok :
Melaksanakan Penelitian tanaman Sayuran

Fungsi             :

- Penelitian genetika, pemuliaan benih, dan pemamfaatan plasma nutfah tanaman sayuran

- Peneltian Morfologi, Fiologi, ekologi, entomologi, dan Fitopatologi tanaman sayuran.

- Peneltian Komponen Teknologi sistim dan usaha agribisnis tanaman sayuran.

- Pelayanan Teknik Kegiatan Penelitian Tanaman Sayuran.

 

b. Peserta Sudi Banding turun langsung kelahan pertanaman penelitian Balitsa

Hasil:
Di lahan Pertanian tersebut didapatkan berbagai budidaya tanaman sayuran seperti Bawang merah  Varietas maja yang akan menghasilkan biji untuk perbanyakan tanamannya, Pembibitan kentang Varietas Medium, pembibitan kentang varietas granola di Green House, pertanaman labu orange dengan cara merambat dan dibuat kreasi naungan dan panjatan, sayur selada hijau dan merah, Budidaya Cabe merah varietas Tunas Kencana, Kacang Panjang, Pretiselli, Labu Siam , dll

Kegiatan Hari Kedua:

Tanggal 05 September 2018

a.  Peserta Studi banding mendapatkan Pemaparan materi dari Doktor Peneliti di Balitsa tentang Budidaya Bawang Merah

Hasil:

1.      Didapatkannya metode penanaman bawang merah dengan muatan teknologi PROLIGA ( PRODUKSI LIPAT GANDA) Dengan menggunakan biji bawang merah yaitu peningkatan populasi tanaman/ satuan luas 500-860 ribu tanaman/Ha hal ini sangat berguna dimana keterbatasan umbi yang dijadikan bibit dapat terpenuhi dalam peningkatan hasil produksi termasuk di Taput dimana lahan dan iklim cocok untuk budidaya tanaman bawang Merah. Sesuai hasil peneltian bahwa di Kec. Merek Kab. Karo varietas bawang merah asal biji adalah Varietas TRISULA hal ini dapat dianjurkan bagi petani-petani bawang merah diTAPUT.

b. Peserta Studi Banding Mengunjungi GAPOKTAN yang sudah mendapat penghargaan

Hasil :

Didapatkannya Informasi bahwa BALITSA sudah membina Kelompok tani yang tergabung dalam GAPOKTAN yang bernama BINA TANI PANGGUPAY dimana Gapoktan ini sudah sangat mandiri dari segi etos kerja, komitmen dan prorietas baik kualitas dan kuantitas dalam usaha tani terpadu terkhusus bidang tanaman sayuran hal ini dibuktikan dengan didapatkannya berbagai macam penghargaan dari pemerintah Indonesia dan FAO (Food Agrycultural Organization) dan Gapoktan tersebut sudah mampu menghasilkan produksi tanaman sayuran untuk dieksport ke Luar Negeri seperti Singapura. Selain itu Gapoktan ini juga mendapat Bantuan GONDOLA dari Pemerintahan Pusat mengingat Topografi yang berbukit-bukit sehingga menyulitkan petani untuk mengangkut hasil pertaniannya oleh karena itu Fasilitas GONDOLA menjadi akses mudah dalam pengangkutan hasil produksi sayuran petani tersebut.  Hal ini dapat dicontoh tekhusus petani diTaput dalam hal komitmen bertani baik dari segi kualitas dan kuantitas Usaha Tani serta komitmen dalam pengelolaan hasil pertanian.

Hari Ketiga

Tanggal 06 September 2018

Peserta Studi Banding  mengunjungi  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Pusat Produksi Benih Tanaman Buah Tropika Di SUBANG.

Hasil :

1. Didapatkannya informasi tentang bagaimana cara Budidaya tanaman buah dalam pot (TABULAMPOT) hal ini menjadi pilihan bertani dilahan terbatas perkotaan. Hal ini Didasari Kepemilikan Lahan (perkotaan), Postur tinggi tanaman buah tinggi dan dalam,

Realita:
- Tabulampot digemari pecinta tanaman dari desa dan perkotaan
- Manfaat Hasil buah (Konsumsi)
- Kesehatan Lingkungan
- Nilai Ekonomi
- Estetika Hiasan pekarangan

Keuntungan Tabulampot :
- Tanaman kecil dapat berbuah cepat
- Pembungaan dan buah bisa diatur
- Mudah dipindahkan
- Teknologi produksi buah sederhana

-        Inovasi Tabulampot sesuai selera.

2. Peserta Studi banding diajari Langsung cara membuat Tabulampot dan Cara Merempel, Mencangkok, dan memangkas tanaman buah dalam pot. Sebagian PPL dari hal d iatas didapat manfaat bahwa budidaya buah dalam pot sangat cocok diderah Taput mengingat banyaknya buah-buahan yang bisa dijadikan Tabulampot seperti Mangga, Jeruk, Nenas, Nangka,Sayuran bahkan Hortikulura dan lain sebagainya.

Semoga Melalui Studi Banding ini dapat diterapkan mengingat Ketinggian tempat dari permukaan laut,  Iklim, Topografi yang berbukit bukitdan Suhu Tempat studi banding yang dikunjungi sangat cocok dan dapat diaplikasikan  untuk kemajuan Petani , terkhusus Petani di Kabupaten Tapanuli Utara. Terimakasih.

Komentar


...

Aplikasi

...

Tautan Lain

www www